injap
in·jap nomina
Sinonim:
angkup-angkup, katup, klep
Contoh Pemakaian:
Di dalam jantung, terdapat sistem injap yang menghubungkan dua ruangan yang berbeda.
in·jap nomina
Sinonim:
angkup-angkup, katup, klep
Contoh Pemakaian:
Di dalam jantung, terdapat sistem injap yang menghubungkan dua ruangan yang berbeda.
i·ni·sia·tor nomina
Sinonim:
aktivis, arsitek (ki), benggolan, biang (keladi), dalang (ki), dedengkot, gembong, induk bala, motor (ki), pelopor, pemrakarsa, pencetus, pengambil inisiatif, penggagas, penggerak, pentolan (cak), tokoh
Contoh Penggunaan:
Anggota parlemen mempertanyakan identitas inisiator pembelian pesawat asal Cina tersebut.
Etimologi:
initiator (Ing)
i·nga, ter·i·nga-i·nga verba
Sinonim:
bengong, kebingungan, hilang akal, menyerana (klasik), pepet (kiasan, Jawa), senewen (cakapan), sesat pusat, terbengkalai (arkais), terlolong-lolong, termangu-mangu, termengung, termenung-menung
Contoh Pemakaian:
Disodorkan pada pertanyaan pelik itu, semua murid diam tak menjawab, teringa-inga.
ilu.mi.na.si nomina
Sinonim:
1 pencahayaan, penerangan, penyigian, penyinaran
2 pemberadaban, pembudayaan, pencerahan, penyadaran
3 eksplanasi, penjelasan
4 (tt manuskrip:) bunga (kiasan), dekorasi, hiasan ilustrasi, ornamentasi.
Contoh penggunaan (1):
Pada umumnya iluminasi alami di ruangan gedung-gedung perkantoran tidak memadai, sehingga banyak lampu yang harus dinyalakan sepanjang hari.
Etimologi:
illuminatie (Bld)
ik.ti.kad nomina
Sinonim:
1 kebulatan hati, kepercayaan, keyakinan
2 kehendak, kemauan, maksud, niat
Contoh penggunaan (2) :
Pada dasarnya pemerintah mempunyai iktikad baik untuk menyelenggarakan Sistem Jaminan Sosial Nasional.
Etimologi:
iʿtiqād (Ar)
i·kon nomina
Sinonim:
citra, lambang, simbol, tanda
Contoh Penggunaan:
Karnaval Busana Jember sebagai bagian dari wisata budaya ditargetkan menjadi ikon Indonesia pada tahun 2020.
Etimologi:
icoon (Bld); icon (Ing)
ikh·ti·sar nomina
Sinonim:
abstrak, garis besar, ijmal (Ar), rangkuman, rekapitulasi, resume, ringkasan, sari, sinopsis, sketsa
Contoh Penggunaan:
Berbeda dengan ringkasan, ikhtisar tidak perlu mempertahankan urutan isi karangan asli.
Etimologi:
ikhtiṣār (Ar)
Oleh Zen Hae
Kami bertemu pada suatu sore di sebuah ruang rapat di Komunitas Utan Kayu. Jumat, 4 Juni 2010. Saya datang terlambat. Saat saya masuk sudah ada Eko Endarmoko dan seorang putrinya, Eliza Handayani, dan Betty Litamahuputty. Uu Suhardi datang lebih kemudian. Kepada saya Mas Eko (begitulah saya biasa memanggil Eko Endarmoko) menyodorkan proposal penerbitan revisi Tesaurus Bahasa Indonesia (TBI). Untuk proyek revisi kali ini TBI akan mempertahankan pola penyajian lemanya. Yakni, berdasarkan urutan abjad, bukan berdasarkan kedekatan makna.Tujuannya lebih banyak memberi kebebasan kepada pembaca untuk memilih kata yang mereka inginkan, selain mendorong pembaca lebih aktif mencari, dalam kamus lain, makna kata-kata yang ia temukan dalam TBI. Sejak semula TBI punya dasar pikiran dan filosofi yang berbeda dari tesaurus Roget.
Sesuai surat Mas Eko revisi akan dilakukan pada tiga hal: (1) menambahkan antonim, (2) melengkapi gugus sinonim sebuah lema dalam korespondensi antara satu dan lain lema, dan (3) mempertajam nuansa makna antar-anggota sinonim. Juga akan dikaji kembali pengertian dua pasangan konsep: “kontras” dan “lawan makna”, “sinonim” dan “kata yang bertalian makna” (sebagaimana diterapkan dalam baik Merriam-Webster’s Collegiate Thesaurus (1993) maupun The Modern Guide to Synonyms and Related Word (S. I. Hayakawa, 1987). Kesepakatan redaksi, termasuk pilihan sikap, akan dituangkan dengan sejelas-jelasnya di pengantar/mukadimah edisi revisi.
Yang juga menarik pada pertemuan itu adalah tawaran Betty untuk menjajaki kemungkinan penggunaan database/filemaker untuk memudahkan kerja tim revisi, dengan catatan, soal tata letak tetap menjadi urusan penerbit kelak. Sayangnya, Betty absen di pertemuan-pertemuan berikutnya sehingga usulan itu hanya tinggal usulan—yang kelak akan digantikan oleh ide cemerlang Ivan Lanin.
Setelah ngalor-ngidul membicarakan kemungkinan-kemungkinan revisi, kami berbagi tugas: siapa mengerjakan apa. Naskah Tesaurus yang ada dibagi kepada delapan orang. Masing-masing orang mendapat jatah sekitar 75 halaman. Orang pertama akan memberi tambahan, coretan, dan koreksi dengan tinta merah. Kemudian naskah tersebut akan diperiksa ulang oleh seorang anggota tim redaksi yang lain (cross-check)— dengan tinta hitam. Kata putus tetap di tangan Eko Endarmoko.
Kelak, susunan redaksi tim revisi ini berubah. Yanusa Nugroho mengundurkan diri karena kesibukannya, Ivan menyerahkan bagian tugas redaksionalnya tadi kepada yang lain, karena ia lebih ingin berkonsentrasi mempersiapkan sistem Tesamoko (nama yang kemudian disepakai sebagai sebutan Tesaurus Bahasa Indonesia susunanan Eko Endarmoko). Masuk pula Yanwardi Natadipura.
Sejak pertemuan sore itu kami sepakat bertemu satu kali dalam sebulan. Akan tetapi, beberapa teman tidak bisa datang dalam pertemuan berikutnya: Betty kembali ke Belanda untuk beberapa lama, Eliza yang kembali ke Swedia, menemani suaminya. Tetapi, akan datang Miagina Amal yang selalu membawa makanan ketika rapat, Ivan Lanin yang bersemangat dan terus menyempurnakan sistem Tesamoko, Yanwardi yang kritis dan tak banyak bicara, Mbak Cis (Dr. Felicia Nuradi Utorodewo) sumber rujukan yang menggirangkan hati, Indra Sarathan yang kalem dan jauh-jauh datang dari Jatinangor (Universitas Padjadjaran), Juinita Senduk, Amin Sweeney yang pada November 2010 berpulang secara mendadak karena serangan jantung.
Setelah pertemuan di Utan Kayu kami pindah tempat rapat ke PDS H. B. Jassin, sebuah tempat yang penuh gejolak akhir-akhir ini…
i·di·o·sin·kra·si nomina
Sinonim:
individualitas, karakteristik, keistimewaan, kekhasan, kekhususan, kesendirian, keunikan, partikularitas, sifat, singularitas
Contoh Pemakaian:
Faktor genetis pengguna obat dapat memicu idiosinkrasi yang menampakkan reaksi abnormal terhadap obat yang dikonsumsi.
Etimologi:
idiosyncrasie (Bld)
ib.rit, meng.i.brit verba
Sinonim:
angkat kaki, enyah, hengkang, kabur (Jakarta), melarikan diri, membuang belakang, menarik/mengambil langkah seribu, mengacir (Jakarta), minggat
Contoh penggunaan:
Maling itu langsung mengibrit ketika tertangkap basah tengah mencuri sepeda motor penduduk.
Etimologi:
ngibrit (Jk)